Iklan
PKB

Komponen yang Terlibat PKB


Komponen dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Koordinator Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Koordinator  program  Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan  ditunjuk oleh  Ditjen  GTK  dan  bertanggung  jawab  terhadap  keberlangsungan program di tingkat pusat.

Fasilitator

Fasilitator  dalam  program  Pengembangan  Keprofesian  Berkelanjutan adalah  Narasumber  Nasional  (pada  moda  tatap  muka)  atau  Pengampu (pada moda daring), dan Instruktur Nasional (pada moda tatap muka) atau Mentor (pada moda daring). Narasumber Nasional (NS)/Pengampu Narasumber  Nasional  (NS)/Pengampu  adalah  widyaiswara/Pengembang  Teknologi  Pembelajaran  (PTP)/PTK/dosen  yang mempunyai pengalaman di dalam kegiatan mendidik, mengajar, dan melatih  pembelajar  dewasa  (pendekatan  andragogi);  memiliki kemampuan  dasar  TIK  (pengolah  kata/word  processor,  pengolah data/spreadsheet,  presentasi/powerpoint,  penggunaan  internet  –email/surel,  browsing,  download/unduh  dan  upload/unggah  data); bersedia melaksanakan pembelajaran dengan kemauan dan komitmen yang tinggi; dan telah memenuhi syarat :

1)  Jika berasal dari PTK, maka pada profil hasil UKG-nya, terdapat 8 (delapan) hingga 10 (sepuluh) kelompok kompetensi di atas KCM (65).

2)  Pernah  menjadi  fasilitator  pada  pelatihan  Instruktur Nasional/Mentor pada tahun 2016; dan atau

3) Mendapat  predikat  minimal  baik  pada  Pembekalan  Narasumber Nasional/Pengampu tahun 2017; atau

4)  Telah  mengikuti  Penyegaran  Narasumber  Nasional/Pengampu tahun 2017.

Jika  jumlah  Narasumber  Nasional/Pengampu  pada  satu  UPT  tidak tersedia sesuai dengan kebutuhan kelas kelompok kompetensi, maka UPT  bertanggungjawab  untuk  menyediakan  Narasumber Nasional/Pengampu  pengganti.  Urutan  prioritas  Narasumber Nasional/Pengampu pengganti adalah sebagai berikut:

1)  Tim  Pengembang  Program  Pengembangan  Keprofesian Berkelanjutan.

2) Penulis  Modul  pada  program  Pengembangan  Keprofesian Berkelanjutan. b.  Instruktur Nasional (IN)/Mentor 2 Instruktur Nasional (IN)/Mentor adalah guru yang telah mengikuti UKG; mempunyai pengalaman di dalam kegiatan mendidik, mengajar, dan melatih  pembelajar  dewasa  (pendekatan  andragogi);  memiliki kemampuan  dasar  TIK  (pengolah  kata/word  processor,  pengolah data/spreadsheet,  presentasi/powerpoint,  penggunaan  internet  – email/surel,  browsing,  download/unduh  dan  upload/unggah  data); bersedia melaksanakan pembelajaran dengan kemauan dan komitmen yang tinggi; dan memenuhi syarat:

1)  Pada  profil  hasil  UKG-nya,  terdapat  8  (delapan)  hingga  10 (sepuluh) kelompok kompetensi di atas KCM (65) a)  Bila pada suatu komunitas tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria pada poin  1), maka guru dengan nilai UKG tertinggi di komunitas  tersebut  dapat  diusulkan  sebagai  Instruktur Nasional/Mentor. b)  Bila pada suatu komunitas tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria pada poin 1) dan a), maka  Instruktur Nasional/Mentor dapat diusulkan dari komunitas lain dalam satu wilayah.

2)  Mendapat  predikat  minimal  cukup  pada  Pembekalan  Instruktur Nasional/Mentor tahun 2017; atau 3)  Telah  mengikuti  Penyegaran  Instruktur  Nasional/Mentor  tahun 2017.

Pada moda tatap muka, jika dalam  hal khusus Instruktur Nasional tidak tersedia, maka dapat digantikan perannya oleh Narasumber Nasional atau  Tim  Pengembang  pada  program  Pengembangan  Keprofesian Berkelanjutan atau Penulis Modul.

Peserta

Kriteria  peserta  yang  mengikuti  program  Pengembangan  Keprofesian Berkelanjutan  seperti  yang  telah  disebutkan  pada  Bab  II,  sub  bab  C. Perihal guru yang belum mengikuti UKG atau telah mengikuti UKG namun dengan  mata  pelajaran/paket  keahlian/jenjang  yang  tidak  sesuai,  maka guru  tersebut  dapat  mengikuti  UKG  dengan  menggunakan  sistem  UKG tahun 2015, untuk mendapatkan peta profil kompetensi guru. Mekanisme pelaksanaan UKG adalah sebagai berikut:

  1. Dinas  menginventarisasi  data  guru  yang  belum  memiliki  peta  profil kompetensi
  2. Dinas melalui  SIM  Pengembangan  Keprofesian  Berkelanjutan mengusulkan pelaksanaan UKG bagi guru yang belum memiliki  peta profil kompetensi ke UPT wali
  3. UPT mendapatkan notifikasi usulan guru yang akan mengikuti UKG
  4. UPT melakukan  koordinasi  dengan  tim  sistem  UKG  GTK  untuk mendapatkan reginfo dan proginfo
  5. UPT mendistribusikan  reginfo  dan  proginfo  ke  Dinas  Pendidikan Prov./Kab./Kota
  6. Dinas  Pendidikan  Prov./Kab./Kota  mendistribusikan  reginfo  dan proginfo ke TUK
  7. UPT bersama Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota menyelenggarakan UKG  pada  TUK  yang  telah  ditentukan  sesuai  dengan  jadwal  yang telah disepakati. Peserta  dapat  mengikuti  program  Pengembangan  Keprofesian Berkelanjutan setelah peta profil kompetensi hasil UKG  dipublikasikan oleh Ditjen GTK melalui SIM Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Sumber : Draft Final PKB

Iklan

About wildanrahmatullah

Seorang guru sekolah dasar yang masih mencoba mencari hakikat dari mengajar dan mendidik yang sebenarnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Silakan tulis apa yang anda pikirkan setelah membaca artikel kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Follow Galeri Pendidikan Dasar on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: