Iklan
PKB

Moda Tatap Muka dan Moda Daring PKB


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam 3 (tiga) moda, yaitu (1) Tatap Muka; (2) Daring Murni (full online learning); dan (3)  Daring Kombinasi (kombinasi daring dan tatap muka (blended learning)). Moda-moda  tersebut  dipilih  oleh  Dinas  Prov./Kab./Kota  atau  UPT  untuk membentuk kelas pembelajaran sesuai dengan profil peserta.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Tatap Muka

Moda  Tatap  Muka merupakan  bagian  dari  sistem  pembelajaran,  di  mana  terjadi  interaksi secara  langsung  antara  fasilitator  dengan  peserta  seperti  pada Gambar 2.1. Interaksi pembelajaran yang terjadi  dalam moda tatap muka meliputi pemberian  input  materi,  tanya  jawab,  diskusi,  latihan,  praktik,  dan penilaian. Unsur  yang  terlibat  pada  program  Pengembangan  Keprofesian Berkelanjutan  moda  tatap  muka  yang  diusulkan  oleh  Dinas  Pendidikan Prov./Kab./Kota  dan  UPT  adalah  Instruktur  Nasional  (IN)  sebagai fasilitator, guru sebagai peserta dan panitia kelas.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Daring

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Menuntut pembelajar  untuk  membangun  dan  menciptakan pengetahuan secara mandiri (constructivism);
  2. Pembelajar akan berkolaborasi  dengan  pembelajar  lain  dalam membangun  pengetahuannya  dan  memecahkan  masalah  secara bersama-sama (social constructivism);
  3. Membentuk suatu komunitas pembelajar (community of learners) yang inklusif;
  4. Memanfaatkan media  laman  (website)  yang  bisa  diakses  melalui internet, pembelajaran berbasis komputer, kelas virtual, dan atau kelas digital; e.  Interaktivitas, kemandirian, aksesibilitas, dan pengayaan.

Melalui moda daring, peserta memiliki keleluasaan waktu belajar. Peserta dapat  belajar  kapanpun  dan  dimanapun,  sehingga  tidak  perlu meninggalkan kewajibannya sebagai guru dalam mendidik. Pada  daring kombinasi,  peserta  akan  melakukan  pembelajaran  secara  luring  (tatap muka) di Pusat Belajar dan didampingi oleh fasilitator. Gambaran  umum  dari  setiap  model  pembelajaran  pada  program Pengembangan  Keprofesian  Berkelanjutan  moda  daring  adalah  sebagai berikut.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Daring Murni

Pembelajaran  pada  model  ini  hanya  melibatkan  fasilitator  dan  guru sebagai  peserta.  Dengan  memanfaatkan TIK,  peserta secara  penuh melakukan pembelajaran daring dengan mengakses  dan mempelajari bahan ajar, mengerjakan lembar kerja, berdiskusi serta berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan peserta lainnya. Selama proses pembelajaran, peserta difasilitasi secara daring penuh oleh pengampu dan akan dibantu oleh admin LMS dalam hal teknis pembelajaran. Petunjuk Teknis 16 Kelas  pada  moda  daring  terdiri  dari  Daring  Murni  –  Model  1,  Daring Murni  –  Model 2 dan Daring Kombinasi. Unsur yang terlibat di dalam kelas  pembelajaran  dan  interaksi  setiap  unsurnya  pada  moda-moda tersebut dijelaskan sebagai berikut. Dalam  pelaksanaan  moda  daring  murni,  dikembangkan  dua  model sebagai berikut.

1)  Model 1

Pembelajaran  pada  model  ini  hanya  melibatkan  pengampu  dan guru sebagai peserta.  Dengan  memanfaatkan  TIK,  peserta  secara  penuh  melakukan pembelajaran daring  dengan mengakses  dan mempelajari  bahan ajar,  mengerjakan  lembar  kerja, berdiskusi  serta  berbagi  ilmu  pengetahuan  dan  pengalaman  dengan  peserta lainnya.  Selama proses pembelajaran, peserta difasilitasi secara daring penuh oleh pengampu, seperti pada Gambar 2.4.

2)  Model 2

Program  Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan  moda  daring murni – Model 2 diperuntukkan bagi guru-guru dengan lokasi kerja jauh dari Pusat Belajar yang digunakan sebagai tempat pertemuan tatap muka dengan mentor. Pembelajaran  pada  model  ini  dilakukan  secara  daring  penuh dengan menggabungkan interaksi antara peserta, mentor dan atau pengampu, dengan model pembimbingan seperti pada Gambar 2.5 berikut:

  • Interaksi Pengampu – Mentor: Pengampu mendampingi mentor dan berinteraksi dengan mentor secara daring.
  • Interaksi Mentor  –  Peserta:  Mentor mendampingi,  berdiskusi dan berkoordinasi dengan peserta secara daring.
  • Interaksi Pengampu  –  Peserta:  Pengampu  memfasilitasi  dan berkomunikasi dengan peserta secara daring.

sumber : Draft Final Juknis PKB

Iklan

About wildanrahmatullah

Seorang guru sekolah dasar yang masih mencoba mencari hakikat dari mengajar dan mendidik yang sebenarnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Silakan tulis apa yang anda pikirkan setelah membaca artikel kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Follow Galeri Pendidikan Dasar on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: