Iklan
CERITA PENDIDKAN, FREEDOM DIARY

Paradigma Orang Tua di Finlandia tentang Profesi Guru


Berikut ini adalah paradigma orang tua di Finlandia tentang profesi guru :

  • Penghormatan terhadap guru dan sekolah. Orang tua sangat menghormati guru dan sekolah. Mereka menganggap guru adalah orang tua kedua dan sekolah adalah rumah kedua. Sekolah bukan tempat menyeramkan, penyebab tekanan batin, dan ketegangan. Dengan seluruh daya dan upaya, para guru benar-benar berusaha memahami kondisi intelektual dan emosi siswa secara mendetail.
  • Mengajar adalah pekerjaan rumit. Orang tua memahami bahwa pekerjaan mengajar adalah pekerjan yang kompleks dan penuh dengan dinamika sehingga perlu didukung dalam segala aspek. Apabila guru mengalami kesulitan mengajar kepada seorang siswa, orang tua mereka akan membantu semaksimal mungkin. Bukan sebaliknya, orang tua malah menyalahkan guru.
  • Guru itu pahlawan. Orang tua menganggap guru adalah pahlawan kesuksesan anak mereka. Pemandangan yang sering terlihat, banyak siswa yang memajang foto gurunya di kamar dengan bertuliskan “You’re my Inspiration”.
  • Mementingkan proses. Orang tua cenderung tidak terlalu peduli terhadap hasil belajar anak, tapi mereka lebih peduli terhadap proses belajar anak. Setiap usaha anak selalu mendapatkan apresiasi dari orang tua, apapun hasilnya. Jika ada anak yang mendapat nilai kognitif rendah, maka orang tua akan memberikan dorongan semangat.
  • Kritik santun dan bekerja sama. Orang tua menyampaikan kritik kepada sekolah dengan cara yang santun sebab memahami bahwa pekerjaan mengajar bukanklah pekerjaan yang ringan. Guru senang menerima kritik sebab menjadi saran yang sangat membantunya menyelesaikan masalah blajar.
  • Kognitif bukan utama. Dengan kondisi negara yang cukup makmur, masyarakat Finlandia tidak menjadikan kemampuan kognitif sebagai hal yang utama. Kemampuan emosional dan problem solving dibutuhkan dalam sekolah dan bekerja. Rapor dan ijazah dalam dunia kerja hanya dipakai sebagai formalitas, sumber daya manuisia dihargai kompetensi psikomotorik dan afektifnya, sedangkan kognitif diserahkan kepada alat hitung dan analisis.

(Sumber : gurunya manusia, Munif Chatib)

Iklan

About wildanrahmatullah

Seorang guru sekolah dasar yang masih mencoba mencari hakikat dari mengajar dan mendidik yang sebenarnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Silakan tulis apa yang anda pikirkan setelah membaca artikel kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Follow Galeri Pendidikan Dasar on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: