Iklan
CERITA PENDIDKAN

Pemerintah “Ogah-ogahan” Benahi Guru





JAKARTA, KOMPAS.com – Masalah pendidikan di Indonesia tak ada habisnya. Guru dinilai sebagai masalah utama pendidikan di Indonesia. Kompetensi dan kualitas para pendidik tidak merata.

Sebagian besar guru-guru Indonesia saat ini dinilai hanya mengutamakan kewajiban untuk mengajar dan mendidik secara kognitif, namun tidak bisa menghadirkan inspirasi agar para siswanya bisa meraih sesuatu.

Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan guru. Pemerintah melalui kementeriannya sebagai penjamin kualitas gurulah yang harus bertanggung jawab.

“Secara umum, kualitas guru tidak terlalu baik. Kalau kita membereskan guru, kita bisa selesaikan porsi terbesar masalah pendidikan. Tapi sayangnya, pemerintah enggak mau,” tuturnya kepada Kompas.com, pekan lalu.

Anies mengatakan, ada lebih dari 200 ribu institusi sekolah di seluruh nusantara. Upaya untuk membenahi kompetensi dan kualitas guru tentu membutuhkan daya dan dana yang sangat besar.

“Usaha akan besar, waktu lama, tapi pemerintah maunya jalan yang cepat saja,” tambahnya.

Oleh karena itu, menurut Anies, utak-atik kurikulum bukanlah jalan keluar untuk membenahi pendidikan Indonesia. Ketua Program Indonesia Mengajar itu mengatakan materi dan mekanisme penerapan kurikulum tidak jauh berbeda. Meski datang dengan kemasan yang berbeda, jika kualitas guru yang menerapkannya tetap sama, maka mustahil mencapai kemajuan yang signifikan.

“Problemnya bukan pada ubah kurikulum atau tidak tapi pada kompetensi (guru). Ini (mengubah kurikulum) seperti mencari obat yang minumnya paling enak, bukan obat yang paling efektif menyembuhkan. Kita melihat (pemerintah) cenderungnya mau gampangnya saja,” tuturnya.

Anies mencontohkan, para guru yang terlibat dalam program Indonesia Mengajar yang digagas dan dijalankannya sampai saat ini bergerak dengan acuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Namun, tak ada keluhan dari anak didik di daerah-daerah mitra.

“Pengajar Muda pakai kurikulum nasional, tapi enggak ada anak yang mengeluh berat karena gurunya menyenangkan. Jadi masalahnya pada materi atau orangnya?” tandasnya kemudian.

sumber: igi.or.id
Iklan

About wildanrahmatullah

Seorang guru sekolah dasar yang masih mencoba mencari hakikat dari mengajar dan mendidik yang sebenarnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Silakan tulis apa yang anda pikirkan setelah membaca artikel kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Follow Galeri Pendidikan Dasar on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: