Iklan
FREEDOM DIARY, Sekilas Info

17 % Guru SD di Purbalingga Mendapatkan Predikat “Guru Telatan”. Kamu ?


Suatu siang yang lumayan terasa panas, sekolah kami sedang mengadakan rapat dewan guru yang memang sudah diagendakan sebelumnya. Beberapa guru (mungkin termasuk saya)  mengernyitkan dahi. Dalam pikiran lagi enak-enak mengajar…Eh koq malah disuruh kumpul di kantor untuk mendengarkan ceramah hehe tapi kalau dipikir-pikir rapat juga penting lagian tdak dilaksanakan setiap hari jadi tidak terlalu mengganggu KBM. Akhirnya rapatpun dimulai. Sampai rapat masuk pada inti atau isi, saya masih merasa biasa-biasa saja. Tetapi suatu ketika saat Kepala Sekolah sedang memberikan informasi tiba-tiba ruang rapat tersebut menjadi riuh. Mereka riuh karena mendengarankan  informasi yang agak unik seperti ini.

“…..Di Purbalingga 17 % Guru SD Masih suka berangkat Terlambat, 10 % Guru SMP dan 7 % untuk guru SMA “…….

Wah-wah kenapa mereka jadi ribut ya ? Mungkinkah  mereka ada yang merasa mendapatkan sindiran secara halus ?

Ternyata masalah waktu keberangkatan bagi guru adalah sesuatu yang lumayan sensitif juga jika dibicarakan. Yang menjadi pertanyaan besar adalah darimana angka-angka atau prosentase tersebut  ? Apakah sekarang sudah ada Densus lain yang khusus memantau kinerja para guru kita. Ataukah angka rekaan belaka yang sengaja dimunculkan untuk melecut kinerja kami ?

Apapun itu guru itu juga manusia dan manusia adalah tempat membuat salah dan khilaf. Tetapi jangan karena manusianya itu kita jadi terlena. Bolehlah kita terlambat sekali dua kali jika  suatu saat  memang ada kepentingan yang sangat-sangat mendadak. Ingat !! Kita sebagai guru PNS khususunya sudah dicap seperti bunga yang mekar pada Pukul 07.30 dan Layu lagi pada pukul 12.00. Artinya kita sudah dicap sebagai pegawai yang malas, berangkat pukul 07.30 dan pulang Pukul 12.00. Marilah sebagai PNS pada umumnya dan Guru PNS pada khususnya menjadikan pekerjaan kita menjadi pekerjaan yang lebih halal dan berkah. Serta membuat pekerjaan kita menjadi sebuah pekerjaan yang terhormat bukan karena gajinya yang besar tetapi karena pegawainya selalu disiplin dan bertanggung jawab.

Iklan

About wildanrahmatullah

Seorang guru sekolah dasar yang masih mencoba mencari hakikat dari mengajar dan mendidik yang sebenarnya

Diskusi

7 respons untuk ‘17 % Guru SD di Purbalingga Mendapatkan Predikat “Guru Telatan”. Kamu ?

  1. Gak jauh beda sama di Kalimantan Timur tempat saya Pak… hehehe

    Posted by Artikel Julak | 4 Oktober 2012, 08:30
  2. Semoga aku tidak termasuk didalamnya

    Posted by sukasmo | 6 Oktober 2012, 01:55
  3. Seorang guru harusnya malu pada anak2 didiknya jika terlambat datang ke sekolah tanpa alasan yg masuk akal. Bukankah kita sering mengingatkan anak2 utk selalu disiplin dan tepat waktu? Saatnya memberikan teladan yg nyata bagi anak2, tidak sekedar melalui ucapan saja.. 🙂

    Posted by sukajiyah | 6 Oktober 2012, 09:17
  4. setuju sekali…..kalo perlu guru yang sering datang terlambat diberi sanksi.seperti murid yang datang terlambat….mereka diberi sanksi…gurupun harus diberi sanksi kalau datang terlambat. karena sering sekali siswa nyletuk dengan gurunya”pak guru/buguru..kalo saya terlambat dihukum..kok bu guru/pakguru datang terlambat engggak dihukum”apa nggak malu kita mendengar pernyataan seperti itu.RENUNGKAN!!

    Posted by sAnG pEnEgAk kEaDiLaN | 13 Desember 2013, 05:37

Silakan tulis apa yang anda pikirkan setelah membaca artikel kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
Follow Galeri Pendidikan Dasar on WordPress.com
Iklan
%d blogger menyukai ini: