Iklan
ADMINISTRASI GURU

Model KTSP


BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Landasan

Paradigma desentralisasi pendidikan dan otonomi sekolah mengamanatkan kita untuk melakukan reorientasi, resistemisasi, restrukturisasi, dan revitalisasi dunia pendidikan kita antara lain melalui pola pemberdayaan sekolah dengan menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah. Pola baru ini mengandung pengertian pemberian otonomi (kewenangan dan tanggung jawab) fleksibilitas lebih besar kepada sekolah dan mendorong partisipasi warga sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan mutu dalam kerangka tercapainya tujuan pendidikan nasional sesuai landasan dan peraturan  perundang-undangan yang berlaku. Landasan yang digunakan dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah :

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23, 24 Tahin 2006 Tentang Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, dan Pelaksanaan.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian.

B. Rasional

            Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan setiap satuan Pendidikan untuk membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

            Selain itu, penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengakomodasi penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang sudah mulai dilaksanakan sejak diberlakukannya otonomi daerah sehingga dengan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuajn Pendidikan (KTSP) memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

            Perubahan kebijakan nasional dan sentralisasi menuju desentralisasi yang direalisasikan dengan pelaksanaan otonomi daerah dalam semua aspek kehidupan, termasuk aspek pendidikan berakibat langsung  pada beberapa kewenangan dan tanggung jawab, khususnya dalam penyusunan, pengembangan, dan pelaksanaan Kurikukum Tingkat Satuan Pendidikan di sekolah-sekolah. Konsekuensi logis dari kebijakan tersebut, berakibat pada diversivikasi kurikulum tingkat sekolah karena disesuaikan dengan kesiapan, kondisi masyarakat, lingkungan, dan sarana prasarana baik fisik maupun nonfisik, termasuk sumber daya manusia dan sumber dana. Meskipun demikian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah tetap berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Iklan

About wildanrahmatullah

Seorang guru sekolah dasar yang masih mencoba mencari hakikat dari mengajar dan mendidik yang sebenarnya

Diskusi

Belum ada komentar.

Silakan tulis apa yang anda pikirkan setelah membaca artikel kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Follow Galeri Pendidikan Dasar on WordPress.com
Iklan
%d blogger menyukai ini: